Dikirimi Video Habib Rizieq dan Penari Seksi Oleh Mabes POLRI, Cak Nun: Editornya Kalo Gak Kirik ya Asu!


Beberapa waktu lalu, lini massa jejaring sosial dihebohkan oleh sebuah unggahan video yang berisi Habib Rizieq sedang berjoged bersama dengan seorang penari perut yang seksi.

Video itu jelas merupakan video yang sudah melalui proses edit dan ditujukan untuk mendiskreditkan Habib Rizieq.

Maka tak heran jika Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun begitu murka ketika Mabes Polri mengirimnya video editan yang berisi Habib Rizieq dan penari itu.

Cak Nun yang meski terbiasa bicara lugas dan blak-blakan namun tak pernah kehilangan kehalusan bertuturnya, nampak begitu emosional saat
menanggapi video editan yang melibatkan Habib Rizieq itu.

"Saya nggak cinta Habib Rizieq. mau belain siapa-siapa.. Tapi ini sudah keterlaluan," tegasnya dalam acara Taddabur Daur bersama Emha Ainun Nadjib, Senin 12 Juni 2017 di Yogyakarta.

Lebih keras, Cak Nun menegaskan bahwa saat dikirimi video tersebut oleh Mabes Polri, ia menegaskan bahwa video tersebut merupakan video editan, tempelan dan pelaku alias editornya bukan manusia karena menurut Cak Nun hal ini sangat keji.

"Saya dikirimi video oleh mabes polri, saya jawab, ini editan. Pelaku editornya binatang. Mosok iki kelakuannya menungso, Mas? Pelakune nek gak o kirik yo asu lah (masa ini kelakuan manusia, Mas? Pelakunya kalau nggak anak anjing, ya anjing)," tandas Cak Nun pedas.

Cak Nun yang dalam berbagai kesempatan tak selalu bersepakat dengan sepak terjang Habib Rizieq saja bisa dengan objektif menilai bahwa Habib Rizieq sudah dikriminalisasi.

Maka jangan heran bila para pendukung Habib masih terus percaya dan menganggap seluruh chat terkait Habib Rizieq adalah palsu dan pelaku kriminalisasi atas Habib Rizieq adalah KIRIK DAN ASU!
DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment