Inilah 4 Tuntutan Umat Islam Dalam Aksi Bela Ulama 161


Ketua Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Habib Rizieq Syihab menyampaikan beberapa tuntutan ke Mabes Polri, dalam Aksi Bela Ulama 161, pada Senin (16/1/2017).

Habib Rizieq mengungkapkan hadirnya puluhan ribu Kaum Muslimin di masjid Al Azhar, untuk menuntut penegakan keadilan dari Aksi Bela Islam I hingga Aksi Bela Islam III.

“Karena keadilan perintah Allah, betapa pentingnya keadilan, hadits Nabi, ‘suatu kaum akan binasa jika keadilan tidak ditegakkan’ pejabat dan yang kaya diberi kelonggaran hukum sementara hukum tajam ke rakyat lemah. Ini yang mendorong Umat Islam untuk terus melakukan aksi menuntut keadilan karena kita tidak mau negara ini binasa, karena kita cinta Indonesia,” kata Habib Rizieq Syihab di hadapan puluhan ribu Kaum Muslimin yang hadir di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Habib Rizieq menyatangkan, pesan Umat Islam lewat Aksi Bela Islam yang dihadiri jutaan kaum Muslimin, belum belum juga dipahami rezim penguasa.

“Bahkan terus dibuat opini bahwa umat Islam itu mau makar, anti Pancasila, anti kebhinekaan dan seterusnya, mereka memfitnah ulama dan umat Islam,” ungkap Imam Besar FPI tersebut.

“Selama ini jika ulama dan aktivis Islam yang dilaporkan hukum begitu cepat diproses. Dan kita ingat ucapan polri yang mengatakan masyarakat silahkan melapor setiap ada permasalahan. Oleh karena itu kita sekarang mau melapor, kita berharap hukum bisa adil ditegakkan,” tegasnya.

Untuk itu, terkait berbagai kasus yang terjadi belakangan ini, Habib Rizieq bersama puluhan ribu Kaum Muslimin dalam kesempatan Aksi Bela Ulama 161, melaporkan empat kasus diantaranya.
  1. Megawati yang melakukan penistaan agama dengan mengatakan rukun Iman percaya akhirat sebagai ramalan.
  2. Gubernur BI, Menkeu, perusahaan yang mencetak uang RI serta desainernya yang membuat uang dengan logo mirip PKI.
  3. Kapolda Metro Jaya yang pada aksi 411 menghasut FPI untuk menyerang HMI, melakukan adu domba masyarakat.
  4. Kapolda Jabar, mengerahkan preman untuk menyerang umat Islam di Bandung.
Usai melakukan sejumlah koordinasi di masjid, puluhan ribu Umat Islam bergerak menuju Mabes Polri. Sambil bergerak, massa dihimbau untuk tertib, tenang, jaga akhlak dan jangan terprovokasi. Kemudian pulangnya juga dihimbau untuk selalu bersama rombongan agar kejadian di Bandung tidak terulang. [AW/SF]

DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment