TAK TIK SANG JENDRAL KOPASUS BARU SAJA DIMULAI !!


Assalamu'alaikum Saudara-saudaraku semua

Akhirnya langkah "spektakuler" dari sosok Prabowo Subianto yang saya tunggu-tunggu.

Ya, saya tidak main-main. Selama ini, Prabowo dalam berpolitik tampak terlihat sangat konservatif gayanya. Terlalu lurus-lurus saja dan mudah terlihat gerakannya oleh kompetitornya. Bahkan kadang, seakan mengikuti aturan main yang dibuat oleh lawannya.

Boleh di cek di semua tahapan politik yang dilakukannya. Ya memang ide-ide ekonomi dan tata negara yang di lakukannya sangat luar biasa. hanya saja, cara mengemasnya masih begitu-gitu saja, tidak "out of the box". Setidaknya sampai siang tadi.

Padahal, untuk menjalankan program dan agendanya--tetap dibutuhkan kewenangan berupa jabatan Presiden.

Sedangkan saya, selalu berharap ada langkah langkah strategis, dadakan, sergapan atau mengendap ala Kopassus--pasukan elit Indonesia yang pernah dipimpinnya. Pasukan elit yang dizaman kepemimpinannya menjadi pasukan elit tiga besar dunia. Bahkan nomer satu jika unsur persenjataan ditanggalkan.

Nah, sempat ketar ketir dengan keyword kubu sebelah seperti "Hanya Kecurangan yang Mengalahkan Kita", atau gempuran-gempuran lain seperti survey, deklarasi kemenangan dadakan, cap "bakal kerusuhan", tidak legowo dan lain sebagainya. Lalu seperti biasa, Prabowo tampak diam saja.

Dan siang tadi, sejarah demokrasi Indonesia akan mencatat sebuah gebrakan. Gebrakan yang sekali tepuk, 2-3-9 atau bahkan sepuluh nyamuk pun tertangkap. Hal itu antara lain:

1. BAHASA BERSAYAP

Ternyata, selain memakai bahasa "bloko suto"--Prabowo juga bisa memakai bahasa bersayap ala orang Jawa. Bahkan levelnya sangat tinggi. Halus dan bagi yang tidak paham istilah "quote on quote" atau kalimat tersirat akan terjebak atau salah paham.

Bayangkan, kata "MENOLAK PILPRES" langsung diartikan mengundurkan diri. Padahal tidak ada satu pun kata "mundur" terucap dari bibir beliau, kecuali meminta saksi Tim Merah Putih yang sedang berada di KPU untuk tidak meneruskan pleno perhitungan suara.

Jelas, Prabowo sedang menkritisi cara kerja KPU yang dinilainya tidak adil, tidak demokratis dan tidak teliti terhadap banyaknya kejadian kecurangan yang massiv dan diduganya terorganisir dan termobilisasi.
Hal yang sangat membahayakan untuk proses demokrasi di Indonesia tercinta ini.

2. MEMANCING DUNIA MELIHAT SISTEM & PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA

Statement "Menolak (cara) Pilpres 2014" siang ini tentu langsung menggemparkan dunia. Khususnya negara-negara yang menganut paham demokrasi. Dunia dipaksa ikut terlibat dalam cara kerja dan pelaksanaan Pilpres 2014 ini. Saya yakin, KPU pasti menyadari ini. kalau tidak sadar tentu aneh sekali, sedangkan beritanya sudah masuk dalam chanel berita terbesar milik "simbah" nya demokrasi, CNN.
Link --> http://edition.cnn.com/2014/07/21/world/asia/indonesia-election-result/
Hal yang juga sekaligus menunjukan ke seluruh dunia tentang sosok paling berwibawa dan berpengaruh di Indonesia saat ini siapa?

3. MEMAKSA PEMERINTAH KELUARKAN DATA PILPRES VERSI TNI/POLRI

Beberapa waktu sebelum penolakan ini, beredar video tentang adanya data rekapitulasi Pilpres dari intelejen TNI/POLRI yang menyatakan bahwa Prabowo memenangkan Pilpres ini dengan prosentase 54%.
Data yang menurut Umar Abduh, seorang pengamat intelejen--lebih lengkap dan detai daripada KPU. Dan yang mengherankan, kenapa dalam rekapitulasi versi KPU hasilnya jadi bergeser?

link --> https://www.youtube.com/watch?v=x8WoJBklpVE

4. MENGHANCURKAN TEORI & SKENARIO POLITIK

Ya, tembakan ke KPU yang dinilai tidak fair membuat 54% rakyat Indonesia (versi data TNI) atau 47% versi KPU tentu membuat jabatan yang diemban JKW-JK terasa tidak sempurna. KPU dianggap cacat hukum karena pelaksanaan yang ala kadarnya dan kini disorot dunia.

Padahal, saya tahu--jika masih memakai cara-cara lama dan mengikuti "aturan main" kubu sebelah, jika Prabowo kalah dalam pengumuman versi KPU maka Prabowo akan ke MK dan sudah dipastikan, pesta kambing guling kemenangan akan terhidang.

Namun kini, dari jumpa pers kemenangan Jokowi-JK oleh Megawati--tampak wajah keduanya murung. Tidak mensiratkan kemenangan dan kebahagiaan yang hakiki.

Selain itu, teori-teori ala akun anomin yang rajin ngetweet sperti Trio macan atau Kurawa jadi terbantahkan semua. Prabowo tak sebodoh itu kawan-kawan. Hehehe.

5. MERINGANKAN BEBAN MAHKAMAH KONSTITUSI

Ya, jika Prabowo maju setelah pengumuman KPU--langsung keyword "tidak legowo" yang mungkin sedang dipersiapkan langsung tergelar dan semakin menyudutkan beliau. Sedangkan sekarang, yang ada adalah munculnya keyword "Prabowo kok begini?". pertanyaan setengah mengejek namun juga setengah kebingungan. Hehehe..

Dari sisi MK sendiri, jelas dengan "penolakan" ini membuat institusi ini sedikit rileks. Jikalau selama ini MK hanya sebagai "tempat sampah" kasus sengketa politik, sekarang malah KPU yang di todong berbenah diri serambi MK mengumpulkan data tambahan dari TNI/POLRI yang konon siap memberikan datanya jika diminta.

6. PEMURNIAN TIM & DUKUNGAN RAKYAT

Ya, dalam kondisi yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia atau dunia dalam ranah berdemokrasi ini--banyaknya reaksi bawah sadar dengan penolakan Prabowo ini.

Ada yang menangis tersedu karena kecintaan kepada pemimpin besarnya, ada yang mendadak berpaling mencari posisi aman khas oportunis, ada mendadak nyinyir setelah sekian lama dipendamnya rasa benci didalam hatinya atau ada yang tersenyum paham atas langkah strategis yang luar biasa ini sembari mengingat kejadian jaman Nabi saat isra' & mi'raj yang menguji keimanan umatnya atas kejadian "tidak masuk akal" atas perjalanan melintasi 7 langit ini.

Kalau pun ada yang nyinyir tapi mereka tetangga sebelah ya saya maklum, namanya kompetitor dan masih wajarlah jika dilakukan di socmed. Namanya juga ber "demokrasi". Palingan pas lebaran juga makan opornya juga bakal barengan lagi.

By: HS DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

16 komentar:

  1. prabowo calon pemimpin gagal.
    sebelum jadi presiden sudah suka fitnah orang tanpa bukti yang jelas dan sudah di pastikan itu hanya rekayasa konyol dari prabowo dan antek2nya..
    calon pemimpin yang baik bukannya memanfaatkan media sebagai topeng untuk menutupi jati diri yang sebenanya.
    dan harus menerima hasil dengan lapang dada/legowo.

    saya rasa artikel ini sangat gak penting dan penuh dengan propa ganda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pilih pemimpi yg bnr pak , skrng blh anda bnggakn 2 it , liad kinerja ny aj 5 tahun nti . klo negara ini hancur y slah anda , karena anda telah memilih dy .contoh aj Jakarta sma Solo ? bapak kira it genah ? tolong pak cari info dmna aj jaman udh maju , .
      Artikel ini sngat membantu slam no 1

      Delete
  2. Kok jadi sewot bro :)

    ReplyDelete
  3. Ya allah..lindungi kami semua dr upaya pemurtadan yg di bawa oleh jokowi

    ReplyDelete
  4. Insyaallah beliau menang, kalopun kalah... Ttp harus dg kejujuran...
    PDIP merupakan sinyal bahaya, dg segala cara yg ditempuh !!!

    ReplyDelete
  5. Allah maha adil, lihat nanti!!!!

    ReplyDelete
  6. Dapet dari fb, cuma bantu share saja. Ini bukan masalah tidak terima Prabowo kalah,tapi begini kah cara seseorang untuk bisa menjadi pemimpin.. dmna letak kejujuran dlm memilih.jdi tolong simak,cerna pakai HatiKecurangan pemilu di papua,coblos sendiriwajib tonton....!!!!!! ini yang membuat PRABOWO kalah.Perhatikan petugas yg mencoblos seenaknya sendiri.....!!!!Surat suara di coblos sendiri oleh Petugas di Papua ... https://fbcdn-video-a.akamaihd.net/hvideo-ak-xaf1/v/t42.1790-2/10539869_898128356868235_439756264_n.mp4?oh=1164236cf6291906892593973b27d287&oe=53D1B13B&__gda__=1406267428_ef8785e79f1ab9417a727506fa5ce9ae

    ReplyDelete
  7. Sumpah jokowi janji jadi gubernur dki lima tahun...apa nte gak nanyain tong...!!! Mikir?

    ReplyDelete
  8. Jokowi tuh orang rakus kekuasaan , memimpin indonesia tidak cukup hanya warcot di depan mendia!

    ReplyDelete
  9. ngapain ada KPU klo data polri TNI lbh valid.. semua punyo proporsi dan tugas masing2 mas..

    ReplyDelete
  10. Jadi gubernur saja tidak amanah. Ingat pak sudah bersumpah jabatan..apa tdk takut kualat? Sdh beberapa hari berjalan, praturan aneh2 sudah mulai muncul..saya rasa masyarakat lama2 resah

    ReplyDelete
  11. Prabowo atau siapapun memang seharusnya "legowo menerima kekalahan" asalkan proses pemilunya dilakukan secara jujur dan adil... Tapi yang terjadi saat ini sangat jauh daripada jujur dan adil. Maka dari itu "legowo"nya Prabowo memang seharusnya dilakukan setelah melalui tahapan gugatan ke MK dan setelah keputusan MK itulah maka "legowo" nya Prabowo baru benar2 "legowo yang benar" karena pembiaran terhadap kecurangan adalah "hampir sama" dengan kecurangan itu sendiri...

    ReplyDelete
  12. Mengapa harus dipaksakan utk menerima "kekalahan" dgn legowo kalau "kekalahan" itu adalah hasil dari proses yg curang & culas ? Kalau ada setitik kejujuran di hati maka orang akan berkata: "Biarkan dugaan kecurangan itu diselidiki dan MK harus memutuskan hasil akhirnya dgn jujur & legowo"..... TNI/polri punya andil utk mengawasi & mengamankan kondisi sosial masyarakat dalam pelbagai peristiwa; oleh karena itu sangat wajar mereka secara terang2-an atau rahasia ikut melakukan perhitungan suara pada pilpres kemarin....

    ReplyDelete
  13. OOWI SUDAH MENANG, tinggu tunggu MK, gantian AOWO yang MENANG, Amiin Ya Robb

    ReplyDelete