Muslimina

Saturday, April 19, 2014

BERANI…!!, Abdullah Hehamahua marah-marah kepada Abraham Samad



Mantan Wakil Ketua Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara/KPKPN (2001-2004) Abdullah Hehamahua marah-marah kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

Abdullah yang pernah menjadi penasihat KPK itu pun menganggap Abraham tidak tegas menanggapi isu pencalonan dirinya menjadi wakil presiden.

“Saya marah dan kirim pesan ke dia, pimpinan KPK itu tidak boleh tergoda. Abraham Samad harus tegas mengatakan tidak. Jika menerima pinangan, itu melanggar komitmen ketika fit and proper test di DPR bahwa menjadi pimpinan KPK untuk 4 tahun dan tidak boleh tergoda apapun,” kata Abdullah saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Jumat (18/4/2014).

Dalam Pasal 34 Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, tertulis tegas bahwa Pimpinan KPK memegang jabatan selama empat tahun.

“Kalau Abraham menjadi cawapres, secara moral menunjukan dia tidak amanah menjalankan tugas selama 4 tahun karena di pertengahan tergoda. Niatnya bukan pemberantasan korupsi tapi jabatan. Kalau ada godaan lebih tinggi dari jabatan bisa tergoda lagi. Itu ciri orang munafik,” katanya.

Abraham Samad tengah dilirik para partai politik untuk dipasangkan sebagai calon wapres. Seperti, Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristianto yang menyatakan Abraham Samad menjadi pilihan untuk mendampingi Jokowi. Partai Gerindra juga membuka pintu untuk memasangkan Abraham Samad sebagai wakil dari capres Prabowo Subianto.
(HNR)

http://m.metrotvnews.com/read/2014/04/18/232287/eks-penasihat-kpk-marahi-abraham-samad#.U1Go5Bn-JAg

Di Mesir, Ulama Salafi Ini Dipenjara Hanya Karena Khutbah Jum'at



Kementerian Wakaf (Agama) Kudeta di Provinsi Minia melaporkan (18/4) dai kondang salafi Mesir, Syeikh Muhammad Husein Ya’qub, ke kepolisian kudeta di Minia atas tuduhan menyampaikah khutbah Jum’at tanpa seizin Kementerian Wakaf.

Syeikh Husein Ya’qub menyampaikan khutbah Jumat sekaligus dalam rangka peresmian Masjid Ar-Rahman Ar-Rahim di desa Abu Qarqash, Minia, atas permintaan masyarakat setempat yang disampaikan melalui Muhammad Talaat Abul ‘Ala, mantan anggota Parlemen Mesir dari kelompok salafi.

Mengetahui Syeikh Hussein Ya’qub akan memberikan khutbah Jum’at di masjid baru yang akan diresmikan, Kementerian Wakaf Kudeta  di Minia langsung mengutus pegawai untuk menyampaikan larangan, tetapi ditolak dan diusir oleh masyarakat.

Buntut kasus tersebut, Kementerian Wakaf Kudeta di Minia melaporkan Syeikh Hussein Ya’kub dan Muhammad Talaat Abul ‘Ala ke polisi atas tuduhan melanggar dengan sengaja peraturan pemerintah kudeta dan menghalangi pegawai (kementerian) melaksanakan tugasnya.

Syeikh Muhammad Hussein Ya’kub termasuk dai salafi Mesir yang digemari oleh masyarakat Mesir karena keilmuan, kerendahan hati, dan ketegasan sikapnya.

Pasca-kudeta militer pada 3 Juli 2013 lalu, Kementerian Wakaf yang loyal kepada kudeta militer berupaya keras menghalangi para ulama yang potensial dengan memperketat peraturan pemanfaatan masjid.

Para imam dan khatib yang diperbolehkan untuk khutbah dan ceramah hanyalah yang telah mendapat surat izin dari kementerian dan menyampaikan tema-tema yang telah ditentukan. (islammemo/rem/dakwatuna)

7 Binatang ‘Raksasa’ yang Pernah Ditemukan (PHOTO)


BEBERAPA hewan terkadang terlahir tidak normal, yang memiliki ukuran tubuh yang sangat besar. Ukuran tubuhnya tidak seperti hewan lain pada umumnya. Seperti diberitakan Mirror, Rabu (16/4/2014), berikut hewan-hewan raksasa yang ditemukan di seluruh dunia.

1. Tikus raksasa di Liverpool
Pada September tahun lalu muncul kawanan lebah pembunuh yang membawa wabah bagi masyarakat pedesaan di China. Puluhan orang tewas di kota Ankang, China, setelah ribuan lebah yang berukuran raksasa menyerang kawasan padat penduduk tersebut.

Lebah Asia raksasa ini dapat tumbuh hingga sepanjang 5 cm dan sengatannya sangat beracun sehingga dapat menyebabkan syok anafilaksis dan gagal ginjal. Hal inilah yang menyebabkan setidaknya 47 orang meninggal akibat serangan lebah raksasa ini pada 2013 silam.

3. Jangkrik raksasa di New Zealand

Jangkrik raksasa ditemukan pada 2011 silam di Barrier Island, Selandia Baru. Serangga berbentuk sangat besar dari jangkrik biasanya ini ditemukan oleh seorang mantan tukang kebun, Mark Moffett. Dia sering memberinya makan wortel sebelum membiarkan serangga itu pergi.

4. Lipan raksasa di London

Seekor lipan berukuran 25 cm telah ditemukan di sebuah rumah di London Utara pada 2005 silam. Hewan yang memiliki nama latin Viridicornis Scolopendra ini dapat tumbuh hingga 45,7cm.

Hewan arthropoda ini memiliki racun yang sangat mematikan. Selain racun seekor lipan dapat berakibat fatal bagi manusia, racun itu juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit, seperti sakit kepala dan bahkan penyakit kanker.

5. Cumi-Cumi raksasa di Spanyol

Cumi-cumi raksasa terdampar di Spanyol pada Oktober 2013. Hewan laut bertentakel ini memiliki panjang 9 meter (m) dan berat hampir 180 kilogram (kg). Seperti diketahui, spesies cumi-cumi yang ditemukan ini berjenis Architeuthis Dux.

6. Serangga Tongkat

Serangga unik yang biasa disebut serangga tongkat ini memiliki bentuk seperti ranting pohon. Hewan bernama latin Phobaeticus Kirbyi ini pernah ditemukan di Kalimantan, Indonesia. Serangga tongkat raksasa ini memiliki panjang 33 cm, tapi tangan dan kaki yang membentang ke samping memiliki panjang lebih dari 55 cm.

7. Lalat raksasa di Inggris

Seekor lalat raksasa sepanjang 3 cm ditemukan di suatu tempat di West Hamshire, Inggris. Lalat raksasa ini dapat melukai manusia dengan cara menggigit dan memotong kulit manusia. Membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan bekas gigitan lalat raksasa tersebut.

By: @atjehcyber — http://www.atjehcyber.net/2014/04/7-binatang-raksasa-yang-pernah.html#ixzz2zS835Ele

Poros Baru Terbentuk, Jokowi Gagal Nyapres



Akan terjadi kekacauan pencapresan bila koalisi baru yang beranggotakan partai berbasis Islam ini terbentuk. Bisa jadi capres yang sudah digadang-gadang tidak bisa mendaftarkan menjadi capres ke KPU.

Bila koalisi baru terbentuk maka Jokowi bisa gigit jari. Mengingat suara PDIP tidak sampai 20 persen, sehingga harus mencari teman untuk memenuhi kuota 20 persen. Bila PKB meninggalkan PDIP maka temannya tinggal Nasdem. Makanya bagaining position Nasdem  akan sangat tinggi sekali.

Ongkos politik yang akan dikeluarkan PDIP sangat besar sehingga tidak sebanding dengan suara Nasdem yang hanya 6 persen. Nasdem bisa jadi meminta beragam posisi strategis yang menyewotkan petinggi PDIP. Oleh karena itulah tersebar berita bahwa Nasdem meminta posisi Cawapres.

Agar PKB tidak lari maka Muaimin Iskandar pun digadang menjadi Cawapres. Walau kiyai sepuh tidak menyetujuinya. Lobi-lobi ke Muhaimin pun makin gencar agar tidak meninggalkan PDIP.Walau sebenarnya suara Muhaimin belum tentu suara bulat PKB.

Lobi-lobi yang awalnya gencar dilakukan sendiri oleh Jokowi sekarang mulai dilakukan oleh Megawati dan Puan Maharani. Bahkan rencana Jokowi membentuk tim pemenangan sendiri akhirnya diambil alih oleh Puan Maharani. Ini menunjukan kekhawatiran besar PDIP akan kegagalan pencapresan Jokowi.

Hanya saja apakah partai lain masih mempecayai PDIP ? karena disaat sangat percaya diri akan kemampuannya PDIP dengan mudah mencampakan Gerindra ? Mungkin ini akan menjadi penilaian tersendiri bagi partai yang akan berkoalisi dengan PDIP.

Kekhawatiran ditinggalkan Nasdem dan PKB terlihat dari  lobi-lobi PDIP pun meluas hingga ke Golkar dan partai lainnya.

Kekhawatiran pun tidak saja terjadi pada PDIP tetapi juga di Gerindra dan Golkar. Gerindra dengan cepat menarik Suryadarma Ali walau petinggi PPP yang lainnya tidak mau. Golkarpun segera mencap bahwa poros baru merupakan tanda kemunduran. Semua serba ketakutan akan lahirnya porosini.

Bisa jadi bila porosbaru  ini terbentuk, partai eks Golkar, Gerindra-Hanura-Nasdem, bergabung kembali lalu mencari format pencapresan yang baru seperti yang diusulkan oleh Akbar Tanjung ? Maka hasil akhirnya, posisi PDIP sangat lemah.

Terbentuknya poros baru yang dimotori parpol Islam dan adanya wacana dari Akbar Tanjung bisa meluluhlantahkan pencapresan Jokowi.(nasrullohmu)

PKS-Poros Baru



Ada yang beda pasca pileg 2014 ini. PKS tidak lagi grasa grusu seperti 2004 dan 2009. Pasca 2004, PKS sudah terpecah opininya antara Wiranto dan SBY. 2009 sudah terpecah opininya antara JK dan SBY. Namun sekarang media masih belum melihat arah gerak PKS akan kemana.

Yang sudah jelas, fokus PKS adalah pengamanan suara hasil pileg. Dengan penyebaran suara PKS yang makin merata dan perolehan suara 7-8 persen, membuat perolehan kursi makin ketat dilingkaran parpol menengahM. Perebutan sisa suara makin ketat.

Seperti di Bali, PKS mendapat kursi tambahan dari sisa suara yang selisihnya hanya 22 suara dari Demokrat. Oleh karena itu disaat partai lain tengah sibuk berwacana kasak kusuk koalisi namun PKS justru fokus yang sangat substansial. Yaitu mengamankan suara kepercayaan rakyat.

Hasil pantauan pusat tabulasi nasional PKS diprediksi perolehan kursi PKS lebih tinggi dari partai islam lainnya. Ini menandakan PKS memiliki posisi yang strategis baik sebagai oposisi maupun saat menjadi bagian pemerintahan.

Walau seperti itu, PKS terlihat tidak jual sana-jual sini. PKS justru lebih fokus pada mendengar aspirasi masyarakat dan Ormas Islam. Melihat sangat signifikantnya kepercayaan masyarakat pada Parpol Islam, yang total suaranya mencapai diatas 30 persen, maka kepercayaan ini harus dilanjutkan sehingga menjadi kekuatan riil dan strategis. Maka kehadiran poros baru menjadi sebuah jalan keluar.

Kenaikan suara parpol Islam bisa jadi menandakan kemuakan masyarakat terhadap figur-figur yang sudah ada. Figur Capres yang sejak awal pileg sudah memproklamirkan dirasa masih jauh dari harapan umat Islam. Apalagi yang dipertontonkan soal koalisi yang ada hanya diributan dan hanya dipersoalkan penyodoran capres- cawapres, syarat kuota suara dan hitungan menang dan kalah.

Tidak ada koalisi platform, program kerja apalagi kesepakatan akan dibawa kemana Indonesia ini. Melihat kondisi ini PKS terlihat aktif membuat koalisi jenis baru. Ini terlihat dengan kehadiran presiden PKS pada pertemuan peneloran koalisi baru.

Dan ditubuh PKS terlihat satu suara mendukung poros ini, disaat partai lain masih terlihat setengah hati. Dimana terlihat antara ketua umum dan jajaran pusatnya kadang terlihat tidak sinkron.

Walau banyak pengamat yang meragukan keberhasilan koalisi baru ini, namun PKS terlihat sangat serius akan lahirnya poros ini. Keseriusan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa parpol Islam harus menjadi pembawa gerbong perubahan dan perbaikan. Tidak lagi hanya menjadi arena perebutan saat dibutuhkan saja.

Parpol Islam harus menjadi petunjuk arah bagi kemajuan negri ini setelah sekian lama dikerdilkan dan singkirkan peranannya.

Jadi poros baru yang tengah digulirkan sebenarnya hanya jawaban terhadap keinginan umat yang mulai menggeliat akan peran yang lebih besar akan parpol Islam.

Walau banyak pihak masih meragukan terbentuknya poros ini namun setidaknya parpol Islam tengah berusaha dan berjuang mencari format koalisi yang pas untuk sekarang dan dimasa depan.(nasrullohmu)

"Partai yang Getol Tolak Dana Saksi, Ternyata Paling Curang"



 by @Fahrihamzah

Pantesan ada partai paling getol nolak dana saksi...dialah yg hari ini paling curang....masak 1+6+5=165.

Aktivitas beli suara partai itu memang gila dan memang lubangnya adalah ketiadaan saksi lengkap.

Kesepakatan #BelanjaSuara oleh #PartaiCurang rupanya sudah dirancang sejak awal....saksi adalah pintunya.

Apa akibat kalau saksi tidak lengkap?

Jika TPS saksinya tidak lengkap maka tidak semua partai merasa poses pemilu ada yang jaga...

Ketika kartu suara dihitung sebelum di coblos...ketika DPT di absen dan dibaca ulang...

Semua proses detail pemilu di TPS memiliki lubang yang mengharuskan penerimaan semua peserta.

Lubang akhirnya adalah penghitungan suara dan tabulasinya. Semua memerlukan saksi.

Bayangkan kalau saksinya tidak ada? Siapa yang menjamin keabsahannya?

Kenapa lubang tidak ditutup saja dari awal?


*Twit @Fahrihamzah (18/4/2014)

(Video) Setelah Shalat Jum’at, Erdogan ‘Jualan’ Roti



Setelah usai shalat Jum’at, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan memborong roti yang dijual di luar sebuah masjid. Setelah itu Erdogan ‘berjualan’ roti simits (roti khas Turkish) dengan membagi-bagikannya kepada orang-orang di luar masjid.

Video ini diunggah oleh pengguna YouTube bernama “Cihan Haber Ajansi”, 24 Januari 2014 yang lalu. Diduga kejadian ini terjadi pada 15 Februari 2013 tahun lalu, sebagaimana pernah dilansir situs hurhaber.com pada hari itu.

Di hari yang berbeda, Erdogan juga pernah melakukan hal yang sama, yaitu tanggal 20 September 2013 sebagaimana yang pernah dilansir situs Zaman Politika. (dakwatuna/hdn)

Tanggapan Atas Tulisan Bung Fahrizal Aziz yang berjudul “Harusnya PKS tidak seperti itu”



Mohon maaf sebelumnya, saya harus menuliskan ini karena kegelisahan pribadi. Terutama ketika membaca tulisan / artikel saudara Fahrizal Aziz yang berjudul “Harusnya PKS Tidak seperti itu”. Saya gelisah karena beberapa sahabat saya “meng-aminkan” kebenaran tulisan ini. Bagi saya ada beberapa kesalahan pemahaman sejarah dan konteks oleh Bung Fahrizal yang perlu diluruskan dalam tulisan itu.

Baru saya membaca judulnya saja kok rasanya sudah memberi kesan negatif untuk PKS. Padahal dalam artikel bung Fahrizal Aziz membahas tentang PKS dan PDIP yang sering disebut. Kenapa judulnya hanya dimunculkan PKS ? Bagi saya sebuah judul yang baik harus mencerminkan sesuai dengan isinya. Semoga judul tsb tidak sengaja untuk menyudutkan pihak tertentu atau sekedar mencari sensasi.

Wallahua’lam.

PERTAMA, rakyat Jakarta sudah hampir putus asa dengan masalah banjir & kemacetan yang tak kunjung terselesaikan. Maka terpilihnya  Jokowi sebagai Gubernur DKI dianggap dapat memberikan harapan baru . Saya saja bangga dengan gebrakan-gebrakan Jokowi dalam aksi membenahi Jakarta. Namun rakyat Jakarta lah yang menilai semua itu. Mereka yang merasakan langsung dampaknya. Jika pada kenyataannya rakyat Jakarta tidak puas dengan kinerja Gubernur DKI maka sejarah akan terulang, yaitu rakyat akan mencari sosok lain yang dianggap dapat memberi harapan baru bagi Jakarta. Sebagaimana  dulu citra Fauzi Bowo dijatuhkan dan mengangkat sosok baru Jokowi. Jadi dimunculkannya sosok Aher masih dalam kategori wajar.

KEDUA, seandainya  Bung Fahrizal  bilang kalo Fahri Hamzah itu banyak omong, maka saya akan bersepakat. Terkait kultwit Fahri Hamzah, saya tidak sepakat jika itu disebut aib. Itu adalah rekam jejak kepemimpinan Megawati , dianggap baik atau buruk yang jelas its based on fact. Toh Megawati sudah menjelaskan bahwa kebijakan saat itu adalah legal dilakukan , bahkan telah direstui oleh MPR kala itu.

Saya heran pada Bung Fahrizal yang mempermasalahkan hal ini. Ingat ketika video iklan politik PKS yang mencantumkan Soeharto sebagai salah satu pahlawan bangsa. Lihat betapa banyak Media & Parpol lain termasuk PDIP  yang mengkritik habis-habisan dengan mengungkit dosa Orde Baru. Artinya adalah banyak yang menganggap masa Orde Baru Soeharto sarat dengan aib/ dosa/ kegagalan. Nah,,apakah itu juga etis ?

Kemudian Bung Fahrizal menyimpulkan bahwa “semakin susah membedakan mana Partai Islam dan yang tidak”. Terlalu dangkal bagi saya untuk menyimpulkan citra sebuah Parpol hanya dengan ulah segelintir kadernya. Jika tidak suka dengan ulah Fahri Hamzah maka kritik saja pribadinya, bukan dengan men-judge Partainya. Saya berharap Bung Fahrizal tidak ikut “menggarami lautan”.  Bung bilang tidak suka antar Parpol saling menjatuhkan dengan merusak citra, lantas apa maksud tulisan Bung yang menyudutkan PKS itu?

Maaf jika saya terlalu jujur mengatakan bahwa Tulisan Bung Fahrizal adalah provokatif dan berpotensi menjatuhkan citra Partai Islam.

KETIGA, Saya sepakat bahwa upaya membanggakan diri agar terlihat lebih baik dari yang lain adalah perbuatan yang buruk. Namun menyebarkan kebaikan suatu partai agar diketahui dan memperoleh simpati masyarakat adalah sah dalam kampanye. Wajar jika dalam kampanye simpatisan membagus-baguskan partainya. Yang aneh jika simpatisan menjelek-jelekan partainya sendiri.

Media massa bukan pihak ketiga Bung. Tidak logis jika PKS hany diam dengan kebaikannya dan mengharapkan media seperti yang bung sebutkan (Metro tv, Tv one, kompas, jawa pos dll) mau memberitakan kebaikan PKS, terlebih dalam masa kampanye.

-              Metro tv itu milik Surya Paloh (Nasdem) ,

-              TV One milik Bakrie (Golkar),

-              kompas (afiliasi masih misterius),

-              Jawa pos milik Dahlan Iskan (Demokrat).

Tak ada pihak ketiga bung. Media massa sekarang adalah milik Parpol.

Ingat ketika Ardi Bakrie marah besar gara2 Vivanews memposting iklan tentang Jokowi.

PKS ?? hanya punya PKS Piyungan yang gencar. Itupun cuma media online.

Saya hargai betul kepedulian Bung Fahrizal untuk menasehati PKS, namun alangkah baiknya tulisan  langsung disampaikan kepada yang berkaitan (PKS ataupun Fahri Hamzah). Bukan diposting di media massa seperti ini. Apalagi dengan judul yang menyudutkan seperti itu.

Sungguh saya tidak rela karena tulisan bung itu telah membuat sahabat saya (simpatisan PKS) menjadi goyah kepercayaannya kepada PKS lantaran membaca tulisan yang tidak didasari pemahaman sejarah dan konteks yang lebih mendalam.

Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Bojonegoro, 18 April 2014

Wallahua’lam.

Yuda

Kisah Ismail Haniyah, PM Palestina yang Rendah Hati dan Sederhana



Pada Jumat, 18 April 2014, PM Palestina, Ismail Haniyah, memenuhi undangan aqiqah dari salah seorang rakyatnya di Jalur Gaza bernama, Ala’ Al-Hindi.

Al-Hindi mengundang PM Haniyah melalui selembar surat yang ditulisnya, “Saya hanyalah seorang rakyatmu yang sederhana, tidak mempunyai permintaan khusus atau maksud apapun, tetapi saya hanya berkeinginan mengundangmu untuk mengunjungi rumah saya yang sederhana, dalam rangka kelahiran anak saya baru-baru ini.”

PM Haniyah pun memenuhi undangan yang tidak biasa bagi seorang pemimpin sekelas perdana menteri tersebut, tanpa harus melewati protoker yang rumit dan berliku.

Tatkala PM Haniyah datang, sang tuan rumah, Ala’ Al-Hindi Abu Mahmoud, memberinya tiga hadiah khusus atas kesediaannya datang di sela-sela kesibukan mengurus negara. Hadiah tersebut berupa nasyid islami yang dikarangnya sendiri khusus untuk Haniyah, kedua juga nasyid islami tentang perjuangan Islam, dan ketiga sebuah pena.

Melihat keramahan dan kerendah-hatian Sang Perdana Menteri, Ala’ pun tak segan meminta hadiah buku yang dinilai paling berpengaruh bagi perjalanan hidup Haniyah.

Memenuhi permintaan tersebut, tanpa sungkan PM Haniyah menghadiahkannya buku berjudul Abjadiyat At-Tashawur Al-Haraki lil Amal Al-Islami karangan dai kondang Fathi Yakan.

Keluarga ‘Ala Al-Hindi tampak sangat bahagia dengan kesediaan PM Haniyah untuk berkunjung ke rumah mereka.

Begitulah potret kepemimpinan PM Haniyah sehingga memiliki popularitas tinggi di mata rakyatnya dalam makna yang positif. Buah dari kesederhanaan dan sikap rendah hatinya dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat di Jalur Gaza. (paltimes/rem/dakwatuna)

Hasil Rekap Suara, PKS Pimpin Parpol - Parpol Islam



Perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kecamatan Pancoran unggul dari partai - partai Islam lain. Urutannya adalah pertama PKS, kedua PPP, ketiga PKB, keempat PAN dan terakhir adalah PBB.  Semua partai Islam sebaiknya mesti legowo untuk bergabung menyatukan kekuatan dalam sebuah koalisi bersama mewakili suara ummat.

Semenjak meninggalnya KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan 'hilangnya' Amin Rais dari peredaran politik nasional, partai Islam dan tokohnya tidak diperhitungkan lagi oleh para elit partai nasionalis.

Kini PKS dan partai-partai Islam terus bergerak menjalin komunikasi intensif dan menyiapkan kesektariatan bersama untuk menggalang konsolidasi politik nasional jelang pemilu presiden. Semua elemen Islam harus bersatu dan sudah saatnya tampil sebagai kekuatan politik yang cerdas, terorganisir dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai perubahan yang sejalan dengan aspirasi rakyat, spirit Pancasila dan UUD 1945.

PKS sebagai kekuatan riil siap tampil menjadi lokomotif menghadapi manuver koalisi partai – partai nasionalis. PKS memiliki basis massa yang 'real' jika dibandingkan dengan beberapa parpol yang beraliran yang sama. Sadar akan kondisi tersebut, PKS harus siap menjadi pemimpin koalisi parpol Islam. Salah satu dasarnya adalah kesiapan semua infrastruktur dan kader yang dimiliki PKS.

PKS dalam membangun bangsa dan negara tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan harmonisasi dengan parpol lain dan juga elemen masyarakat. Oleh sebab itu, PKS  sangat terbuka untuk berkoalisi dengan partai lain dalam membangun bangsa.

PKS selama ini membangun sistem dan struktur partai bukan mengandalkan figur seseorang. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila suara PKS terus meningkat dari setiap penyelenggaraan pemilu seperti halnya di kecamatan Pancoran, suara PKS naik 12 persen dibanding Pemilu 2009.

Masyarakat Indonesia yang saat ini semakin religius, perlahan akan berkorelasi dengan keberpihakan mereka kepada partai Islam termasuk PKS. Dia mengatakan masyarakat semakin cerdas dalam melihat masalah dan memilih partai yang bekerja nyata bagi mereka. PKS dan parpol – parpol Islam percaya dengan ideologi dan asas yang mereka miliki, mereka  akan terus menjaga hasil karya yang sudah mereka perbuat untuk bangsa ini.

 
".