Muslimina

Tuesday, September 16, 2014

Heboh, Beredar Video "Anak-anak Berjilbab Nyanyikan Pujian Yesus"



 Ironis, duka pengungsi bencana alam Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, ditingkahi isu SARA, yakni, isu pemurtadan anak-anak Muslim. Saat ini beredar video bertajuk “Kristenisasi Muslim di Kelud” yang diunggah di situs Youtube.

Video berdurasi 47 detik itu diunggah oleh akun Save Moeslem pada 15 September 2014. Dalam video tampak anak-anak berjilbab menyanyikan lagu “Pujian Yesus”. Video itu dilengkapi dengan sub title suara anak-anak berjilbab itu.

Isu SARA itupun meramaikan dunia sosial media. Akun @Inidia2014 menyematkan video itu ke akun-akun ulama dan tokoh Islam. Di antaranya, KH Abdullah Gymnastiar (@aagym), Ustadz Yusuf Mansur (@Yusuf_Mansur), Ustadz Bachtiar Nasir (@bachtiarnasir), dan Ustadz Arifin Ilham (@marifinilham).

@Inidia2014  menulis: “Ironis, Ank2 muslim Gn. Kelud diajarkan pujian  Yesus.https://www.youtube.com/watch?v=Baj4kpoW2S8 … @aagym @Yusuf_Mansur @bachtiarnasir @marifinilham #SaveMoslem.”

Bagaimanakah cara menelanjangi Wanita secara Perlahan-lahan ?



Bagaimanakah cara Jitu Setan untuk menelanjangi Wanita secara Perlahan-lahan…? sepertinya Kaum Hawa harus baca, dan menyelami lebih dalam mengapa aurat itu sangat penting untuk di jaga kesuciannya…? Didedikasikan untuk para Wanita yang baik, kami menurunkan berita ini dengan penuh Cinta Kasih…Love Is U…para wanita yang menjaga auratnya, menundukkan pandangannya dan membelenggu dirinya dari jerat Iblis.

QS Al-Ahzab (33) - 59

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” QS. Al-Ahzab (33) : 59.

Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su). Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah Subhanahu Wa Taala, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.

I. MENGHILANGKAN DEFINISI JILBAB

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekedar pakaian atau mode hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar’i, pakaian ya pakaian, apa pun bentuk dan namanya. Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai.

Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar’i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar’i tetap dipertahankan. Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus.

Caranya ?

1. Membuka Bagian Tangan

Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan). Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang ? Begitu bisikan setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakain model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik, Tuh tidak apa-apa kan ?

2. Membuka Leher dan Dada

Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru lagi. Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu. Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa atau udara, agar tidak gerah. Cobalah ! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka. Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga yang model bentuk huruf V yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya.

3. Berpakian Tapi Telanjang

Setan berbisik lagi, Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahanlain yang lebih bagus! Tapi apa ya ? Sang wanita bergumam…. Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang, setan memberi ide baru. Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin, begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

4. Agak di Buka Sedikit

Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu, Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha? Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik. Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil. Yah tersingkap sedikit nggak apa-apalah, yang penting enjoy, katanya.

Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh danpanjang, hanya model, corak, potongan dan bahan saja yang dibuatberbeda dengan hijab syar i yang sebenarnya. Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya.

II. TERBUKA SEDIKIT DEMI SEDIKIT

Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita menampak kan bagian aurat tubuhnya.

1. Membuka Telapak Kaki dan Tumit

Setan Berbisik kepada para wanita, Baju panjang benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa, lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki. Ini baru agak longgar. Oh ada yang kelupaan, kalau kamu pakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab. Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi, yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara yangmenarik perhatian orang.

2. Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis

Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang orang yang melihat juga tidak begitu peduli. Maka setan kembali berbisik, Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak, bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di pasaran ? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh sentisaja. (naik sedikit) Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis.

Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasehat pribadinya, sehingga apayang saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti. Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

3. Terbuka Seluruh Betis

Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang diemperan hingga yang yang bermerek kenamaan, seperti Cristian Dior, semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman. Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak para wanita yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari siasatnya untuk melucuti hijab wanita.

III. SERBA MINI

Setelah pakaian yang menampakkan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain.

Pakaian membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah. Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung nya dan berbagai model lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim panas, musim dingin dan lain-lain. Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia. Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan bikini. Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na udzu billah min dzalik, bisikan setan berhasil, tujuannya tercapai, Menelanjangi Kaum Wanita.

QS Ibrahim (14) - 22

“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih”. QS. Ibrahim (14) : 22.

QS Al-Baqarah (2) - 167

Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti:  Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka. QS. Al-Baqarah (2) : 167

Demikian halus, cara yang digunakan setan,sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Semoga kita tidak terjerumus godaan-godaan setan, jangan sampai kita terjerumus ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia maupun di akhirat.

Wallahua’lam

Soal Esemka, Jokowi Kembali Pamer Keahlian Berdusta



Joko Widodo kembali mencoba unjuk keahlian dalam menyangkal sesuatu yang pernah ia lakukan. Kali ini Presiden terpilih versi KPU ini tiba-tiba tak mengakui dukungan dan perjuangan yang dulu pernah mati-matian ia berikan agar pemerintah dapat segera memproduksi mobil Esemka.

Joko justu menuding balik bahwa pemahaman masyarakat terkait mobil Esemka selama ini telah keliru, karena mantan Walikota Solo yang dikenal hobi bersilat lidah ini secara tegas menyangkal jika dirinya bukan pemilik mobil Esemka dan buka untuk memperjuangkan industri mobil Esemka.

"Waktu mobil Esemka itu bukan milik saya loh, jangan keliru. Saya hanya brand ambassador saja, yang bekerja di lapangan. Tapi kalau yang ngetop saya, bukan salah saya," kata Jokowi di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (16/9).

Untuk membela dirinya, Joko bahkan merancang cerita Esemka versi baru yang telah dieditnya di sana-sini.

"Padahal waktu itu, saya hanya lihat ada mobil di sebuah kejuruan di Solo. Saya lihat kok mobilnya bagus sekali. Saya bilang waktu itu, saya mau pakai coba untuk mobil dinas," tuturnya.

Namun sepandai-pandai menutupi fakta, ada keganjilan dalam cerita tersebut.

"Mobil Esemka mestinya terus diperbaiki sehingga menjadi sebuah mobil rakyat dan nasional yang bisa dipakai. Bukan jadinya berhenti dan kelihatannya salah saya," ujar Joko ketus.

Diamati, cerita Joko tentang mobil Esemka versi barunya itu justru semakin menimbulkan kebingungan serta tanda tanya besar. Padahal yang dipermasalahkan masyarakat adalah saat Joko masih menjabat sebagai Walikota Solo dirinya begitu gencar membombardir pencitraan dukungan mobil Esemka. Namun setelah dirinya naik status menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga terpilih menjadi Presiden versi KPU, Jokowi tiba-tiba menolak mengingat nasib mobil tersebut.
(spektanews)

"Buka Pemurtadan Umat Islam, Kabinet Jokowi tanpa Kementerian Agama"



Presiden terpilih Joko Widodo sudah mengumumkan postur kabinet yang akan terdiri dari 18 orang profesional nonpartai dan 16 profesional partai.

Postur kabinet Jokowi-JK itu mengundang kontroversi sejumlah pihak, terlepas dari hak prerogatif Jokowi untuk memilih para pembantunya.

Da’i asal Papua, Ustadz Fadlan R Garamatan mengingatkan Jokowi untuk tidak menghilangkan Kementerian Agama dalam kabinetnya. “Jika benar kabinet Jokowi tidak punya Kementrian Agama, maka itu berarti mengkerdilkan umat Islam, kesempatan pemurtadan umat Islam,” tulis Ustadz Fadlan di akun Twitter ‏@fadlannuuwaar.

Menurut Ustadz Fadlan, jika Jokowi menghilangkan Kementerian Agama, Jokowi telah mengkerdilkan negeri dengan mayoritas umat Islam. “Negeri mayoritas umat Islam dikerdilkan tanpa Kementerian Agama oleh Jokowi,” tulis @fadlannuuwaar.

Diberitakan sebelumnya, dalam jumpa pers di Kantor Transisi, Jakarta, Senin (15/09), Jokowi  menyatakan akan menghapus jabatan wakil-wakil menteri, kecuali wakil menteri luar negeri.

Jokowi menyebut, dari 34 menteri maka 19 kementerian tak diubah karena dipertahankan seperti sekarang. Akan ada enam kementrian yang dengan penamaan baru, enam kementerian digabung, dan ada tiga kementerian baru.

Lecehkan Islam dengan Cerita Palsu, Tayangan Jodha Akbar ANTV Harus Ditarik



Sinema Elektronik (sinetron) buatan India yang berjudul Jodha Akbar sangat melecehkan umat Islam dengan cerita palsu. Sebagaimana dikutip dari hidayatullah.com, Mikail Kamil sangat prihatin dengan tayangan Jodha Akbar yang bisa lolos di televisi Indonesia yang mayoritas umat Islam.

Berikut isi lengkap protes terhadap tayangan Jodha Akbar:

    Bismillah

    Kami sebagai seorang Muslim, sangat prihatin dengan berbagai tayangan televisi kita yang kurang mendidik, penuh  takhayul, percintaan, perselingkuhan dan tayangan yang menyudutkan umat Islam.

    Salah satu perhatian kami adalah sinetron impor, tepatnya dari India yang ditayangkan di salah satu stasiun swasta nasional, terutama tayangan “Jodha Akbar.”

    Sebagian besar cerita dalam sinertron tersebut digambarkan  kerajaan Islam Mughal dengat sangat negatif, penuh dengan kebusukan, persaingan tidak sehat, kedengkian, menghalalkan segala, cara bahkan zalim, seperti menyerang tempat ibadah agama lain (sungguh jauh dari ajaran Islam dan sejarah aslinya).

    Sebaliknya, tokoh Jodha yang merupakan representasi umat Hindu/kerajaan yang berhasil ditaklukkan kerajaan Muslim Mughal digambarkan sangat positif, seperti taat terhadap ajaran agamanya, digambarkan sebagai “korban yang tertindas”, selalu berpikir jernih dan sebagainya.

    Sang sutradara bahkan sangat jeli dalam mempertajam karakter tokoh-tokohnya, sehingga gestur dan penampilan tokoh Muslim terlihat begitu bengis dan kejam, sementara tokoh Hindu terlihat lebih santun.

    Padahal kita tahu bahwa kerajaan Islam Mughal berdiri di India selama tiga ratus tahun (1504-1800-an).

    Pada tahun 1707, kerajaan ini mengalami puncak jayanya dengan mengusai hampir seluruh anak benua (India-Pakistan-Bangladesh saat ini), kecuali beberapa bagian tertentu di ujung pesisir selatan semenanjung ini.

    Banyak sejarawan Barat bahkan memuji kerajaan ini sebagai kerajaan Islam yang paling moderat dan demokratis.

    Meskipun tidak dipungkiri bahwa beberapa raja Mughal mungkin belum sesuai perilakunya dengan ajaran Islam (hal ini tentu wajar saja), namun penggambaran secara umum yang telah diungkapkan dalam sinetron tersebut pasti atas keinginan untuk memojokkan citra Islam.

    Lebih aneh lagi, bagaimana bisa, sebua televisi di negeri berpenduduk Muslim menjadi jurubicara agama Hindu untuk memojokkan Islam lewat cerita palsu?

    Bagaimana tanggapan MUI dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tentang hal ini?

    Haruskan kita sebagai umat Islam akan terus dibodohi dengan propaganda seperti ini?

    Dan mengapa sering kita dapati pengelola media TV di negeri ini tidak paham –bahkan tidak berusaha menghormati– agama mayoritas penduduk Ini?

    Mohon sebaiknya pihak TV menghentikan acara ini dan sebaiknya ke depan makin memperkuat Tim Litbangnya untuk melihat utuh semua tayangan apapun berbau impor. Kasus ini menunjukan betapa lemah orang-orang inti di TV Indonesia tentang sejarah Islam.*

    Salam

    A Mikail Kamil


[hidayatullah/islamedia]

Tidak Ada Kementrian Agama Pada Rancangan Kabinet Joko-Kalla



Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendatang dipastikan akan memiliki 34 kementerian dengan rincian 18 posisi menteri bagi profesional dan 16 lainnya bagi profesional partai.

Kendati pemerintahan Jokowi-JK kedepan bakal dibantu 34 menteri namun dari pos-pos kementerian tersebut, tetrap saja ada yang mengganjal karena tidak terdapat lagi Kementrian Agama. Hanya saja muncul kementerian baru yakni Kementerian Haji, Zakat dan Wakaf dan Majelis-Majelis Umat Beragama yang setingkat kementerian.

Ketua PWNU Sumsel Amri Siregar saa dihubungi Rakyat Merdeka Online Sumsel mengatakan hilangnya Kementerian Agama tentu bakal menimbulkan masalah tersendiri dari kabinet pemerintahan kedepan. Pasalnya Kementerian Agama yang ada saat ini bukan hanya menangani urusan Haji, Zakat dan Wakaf.

"Saya belum tahu pasti, jika dilihat dari kontennya memang sudah jadi urusan Kementerian Agama urusan Haji,Zakat dan Wakaf. Namun bukan hanya itu urusan dari Kementrian Agama," ujarnya seperti dilansir RMOL.

Dia mengatakan, struktur kabinet Kementrian Haji, Zakat dan Wakaf lebih cenderung mengurusi agama Islam saja.

"Kementrian Agama itu satu payung dan  bukan hanya mengurusi agama Islam saja, kalau ini memang diterapkan lantas bagaimana kontrolnya terhadap agama lain yang ada di Indonesia.Sementara Majelis-Majelis Umat Beragama itu seperti apa? apakah setingkat Dirjen atau bagaimana.Kalau dilihat dari namanya Kementerian Haji, Zakat dan Wakaf itu cenderung hanya mengurusi agama Islam saja," tukasnya.

Seperti diketahui berdasarkan survey Indonesian Research and Survey (IReS) menyerahkan sebanyak 34 nama kandidat menteri untuk kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) beserta postur pemerintahan sesuai aspirasi masyarakat yang dijaring lewat survey yang diadakan 21 Agustus - 3 September 2014.

Survey IReS dengan melibatkan 600 responden sebagai acuan, sebagian besar (57 persen)  di antaranya berpendidikan tinggi, mulai dari S2, S3 hingga Profesor. Margin eror 4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Ada 190 nama yang masuk dalam survey IReS dan mereka adalah orang-orang yang memenuhi kriteria berbasis profesional, memiliki kapasitas intelektual, pengalaman serta memahami visi misi Jokowi sebagai capres 2014 dari setiap kementerian. [yip/jpnn]

Berikut nama-nama 38 bakal calon menteri kabinet Jokowi-JK (termasuk usulan penambahan kementerian) hasil survey IReS yang sudah diserahkan kepada Jokowi:

1. Menkopolhukam: Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso (Mantan Panglima TNI)
2. Menko Perekonomian: Dahlan Iskan (Kini Menter BUMN)
3. Menko Kesra: Andrinov Chaniago (Direktur Eksekutif CIRUS Surveyors Group)
4. Menteri Dalam Negeri: Pratikno (Kini menjabat Rektor UGM)
5. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa (Kini menjabat Menlu)
6. Menteri Pertahanan: Jenderal (Purn) Budiman (Mantan KSAD)
7. Menteri Hukum dan HAM: Artidjo Alkostar (Hakim MA)
8. Menteri Keuangan: Rini Mariani Soemarno (Ketua Tim Transisi Jokowi-JK)
9. Menteri ESDM: Kurtubi (Akademisi)
10. Menteri Perindustrian: Rachmat Gobel (Pengusaha)
11. Menteri Perdagangan: Faisal Basri (Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Perderakan Indonesia)
12. Menteri Kehutanan: Hariadi Kartodiharjo (Ketua Presidium Dewan Kehutanan Nasional)
13. Kementerian Transportasi: Bambang Susantono (Ketua Umum MTI)
14. Kementerian Maritim: Rokhmin Dahuri (Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004).
15. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Khofifah Indar Parawansa (Ketum Muslimat NU)
16. Kementerian Pekerjaan Umum/Infrastruktur: Ilham Akbar Habibie (Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia)
17. Menteri Kesehatan: Fahmi Idris (Dirut BPJS)
18. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: Muhammad Anis (Rektor UI)
19. Kementerian Sosial: Rieke Diah Pitaloka (Anggota DPR RI dari PDIP)
20. Kementerian Pariwisata: Anak Agung Gede Ngurah Puspa Yoga (Wagub Bali 2008-2013)
21. Kementerian Komunikasi dan Informatika: Narliwandi (Iwan) Piliang (Aktivis, Jurnalis, Blogger/Relawan Jokowi-JK)
22. Kementerian Sekretariat Negara: Tjahjo Kumolo (Sekjen PDIP)
23. Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi: Akhmaloka (Rektor ITB)
24. Kementerian Koperasi UKM dan Ekonomi Kreatif: Soetrisno Bachir (Mantan Ketum PAN)
25: Kementerian Lingkungan Hidup: Tri Rismaharini (Walikota Surabaya)
26. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Eva Kusuma Sundari (Kini Anggota DPR RI dari PDIP)
27. Kementerian PAN-RB: Eko Prasodjo (Kini Wamen PAN-RB)
28. Kementerian Pemberdayaan Desa: Fadel Muhammad (Waketum Golkar)
29. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas: Aviliani (Sekretaris KEN)
30. Kementerian BUMN: M Said Didu (Mantan Sekretaris Kementerian BUMN)
31.Kementerian Perumahan Rakyat: Renald Kasali (Akademisi-UI)
32. Kementerian Pemuda dan Olah Raga: Maruarar Sirait (Anggota DPR RI dari PDIP)
33.Sekretaris Kabinet: Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina/ Tim Transisi)
34. Kejaksaan Agung: Bambang Widjojanto (Wakil Ketua KPK)
35. Kementerian Agraria/BPN: Marwan Jafar (Anggota DPR RI dari PKB)
36. Kementerian Kedaulatan Pangan: Herry Suhardyanto (Rektor IPB)
37. Kementerian Haji, Zakat dan Wakaf: Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Syarif HIdayatullah)
38. Majelis-Majelis Umat Beragama: Din Syamsuddin

Vonis Kasasi LHI dan Data ICW, Sebuah Paradoks



Hari ini, dua berita paradoks memadati ruang publik. Keduanya adalah Mahkamah Agung (MA) yang memperberat vonis mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan data Indonesia Corruption Watch (ICW) tentang 49 orang anggota DPR dan DPRD terpilih yang tersangkut tindak pidana korupsi. Mengapa paradoks?

Kita mulai dari data ICW. ‎Berdasarkan data ICW, Anggota legislatif periode 2014-2019 yang tersangkut korupsi tersebar di 17 wilayah. Diantaranya Sulawesi Selatan, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Banten, Jambi, Papua dan Papua Barat.

Berdasarkan rincian ICW, partai Demokrat menjadi parpol terbanyak yang kadernya tersangkut korupsi namun menjadi anggota legislatif, baik di DPR maupun DPRD. Partai itu antara lain Demokrat 13 kader, PDIP 12, Golkar 11, PKB 5, Gerindra 3, Hanura 3, PPP 2, Nasdem 1, PAN 1.

Hal yang perlu menjadi perhatian publik, kata ICW, sebanyak 5 orang nantinya akan berkantor di Senayan. Mereka di antaranya Herdian Koosnadi (PDIP, Dapil Banten), Idham Samawi (PDIP, Dapil Yogyakarta), Adriansyah (PDIP, Dapil Kalsel, Marten Apuy (PDIP, Dapil Kaltim, dan Jero Wacik (P Demokrat, Dapil Bali).

Cermati baik-baik data di atas. Dari 49 anggota dewan terpilih yang tersandung korupsi, hanya ada satu partai yang kadernya tak korupsi yaitu PKS. Di luar PKS, semua partai “mengirimkan” anggotanya dalam jeratan korupsi. Terlebih PDIP, partai pemenang pemilu yang kadernya termasuk paling banyak korupsi.

Sekarang kita beralih ke berita MA yang memperberat vonis LHI. Mantan anggota DPR itu harus lebih lama menginap di “Hotel Prodeo” dari semula 16 tahun menjadi 18 tahun. Bahkan, yang lebih mengejutkan, LHI juga dicabut hak politiknya.

Dua berita ini paradoks atau bertolak belakang satu sama lain. Yang satu memberitakan data ICW bahwa tidak ada satu pun kader PKS yang korupsi, tapi ada berita yang mengabarkan bahwa mantan presiden PKS koruptor kelas berat sehingga hukumannya pun harus diperberat. Fenomena paradoksal di atas melahirkan pertanyaan dalam benak saya.

Kalau benar LHI korupsi, mengapa kadernya tidak ada yang terlibat korupsi berdasarkan data ICW? Bukankah pemimpin itu cerminan pengikutnya? Jika LHI korupsi, bukankah seharusnya para pengikutnya pun koruptor?

Buat saya, ini fenomena aneh. Vonis koruptor kepada LHI sebagai mantan presiden PKS seharusnya mengindikasikan secara kuat bahwa partai dakwah tersebut betul-betul bobrok. PKS adalah sarang koruptor dan mafia. Maklum, orang yang duduk di pucuk pimpinan tertingginya jadi koruptor. Tapi justru asumsi itu tak terjadi pada PKS. Data yang dilansir ICW mengabarkan sebaliknya: PKS partai terbersih.

Lalu bagaimana kita membaca fenomena ini? Ada dua kemungkinan untuk menguak paradoks ini. Pertama, ICW salah merilis data sehingga tak memasukkan kader PKS dalam jeratan korupsi. Kedua, LHI sebenarnya tak bersalah. Manakah yang benar?

Redaksi www.kabarumat.com menyerahkannya kepada pembaca. Kami hanya merasa terpanggil mengungkap hal ini karena berita tentang korupsi LHI telah mencemarkan umat Islam; bukan cuma PKS. Dan sebagai media milik umat, kami mengabarkan fenomena paradoksal ini agar kita bisa melihat fakta secara jujur, sesuai dengan motto kami: Jujur Mengungkap Fakta.

Erwyn Kurniawan
@Erwyn2002
Pimred Kabarumat.com

Monday, September 15, 2014

Bamsoet Sindir The Real President Adalah JK



Penentuan postur kabinet Presiden terpilih Jokowi berjumlah 34 kementerian dinilai kental pengaruh Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK). Sebab, Jokowi sebelumnya melemparkan wacana merampingkan kabinet, sementara JK justru sebaliknya.

“Itulah bukti the real president adalah JK,” sindir Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) kepada Sindonews, Senin 15 September 2014 malam.

Sebab, kata Bamsoet, Jokowi pernah mengatakan akan membentuk kabinet ramping. Dia mengatakan, Jokowi juga pernah menyatakan tidak akan bagi-bagi jatah kursi.

“JK kan tidak setuju perampingan dan penyingkiran orang parpol dalam kabinet. Akhirnya terbukti, pemikiran JK yang dipakai,” kata anggota Komisi III DPR ini.

Tak hanya itu, Bamsoet menyindir Jokowi terkait komposisi menteri di kabinet mendatang lewat status BlackBerry Messenger (BBM) miliknya. “Joko..Joko. Akhirnya bagi-bagi kursi juga #16 kursi Menteri untuk kader parpol,” katanya.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) memutuskan ada 34 kementerian dalam kabinetnya untuk lima tahun ke depan. Dari 34 kementerian itu, 16 di antaranya diisi oleh orang parpol dan 18 diantaranya dari kalangan profesional.

sumber:Sindonews

Khianati Gerindra Sejak Lama, Jiwa Culas dan Licik Ahok Mendarah Daging



Pengkhianatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) tak terjadi secara tiba-tiba, karena sebenarnya tanda-tanda pengkhiatan tersebut sudah terlihat sejak lama.

Hal ini diungkap oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo yang mengungkap keganjilan sikap Ahok secara mendadak mundur dari Gerindra. Ahok menyatakan mundur hingga melayangkan surat resmi hanya dalam hitungan jam.

"Dalam 18 jam, seorang cerdas, sarjana, wagub, masa gagasan keluar dilakukan dalam waktu singkat. Itu nggak masuk akal. Makanya, timbul kesan dia mau mundur sejak lama," kata Hashim, di Jakarta, Senin (15/9).

Adik Prabowo Subianto itu menceritakan jika dirinya menerima SMS dari Ahok yang memberitahu akan mundur dari Gerindara pada Selasa 9 September 2014. Mendapat SMS tersebut Hashim langsung membalas agar Ahok tidak mundur dan membahas bila ada masalah.

Belum sempat Ahok membalas lagi, Hashim tertidur karena saat itu tengah sakit. Esok harinya, Rabu 10 September 2014, tepat Pukul 08.00 WIB, adik Prabowo itu terkejut karena Sekjen Gerindra Ahmad Muzani memberitahukan jika Ahok telah mengirimkan surat pengunduran diri.

Aksi Ahok semakin arogan karena berkoar-koar ingin mundur ke media massa. Hashim semakin geram dengan sikap Ahok yang sudah kelewatan. Setelah apa yang telah diberikan Gerindra untuknya. Ahok sama sekali tak punya etika. Prabowo yang begitu sangat berjasa padanya pun hanya dipandang sebelah mata.

"Etika politik datang ke kita dong. Dia Ketua DPP Gerindra, bukan kroco, bukan kader biasa," ceplos Hashim.

Nampaknya Hashim tak lagi dapat menyembunyikan unek-uneknya. Ia blak-blakan ungkap kualitas sosok Ahok.

"Harusnya datang sendiri sampaikan dan ketemu Prabowo. Prabowo yang pilih Ahok dan pasang badan demi dia, masa mundur nggak minta ketemu dulu. Mana etikanya," tandas Hashim.
- See more at: http://www.spektanews.com/2014/09/khianati-gerindra-sejak-lama-jiwa-culas.html#sthash.FAZ0udWl.dpuf

Mereka Yang Jadi “NGERI” Setelah Berkiblat Ke Jokowi


Indonesia kaya akan orang yang pintar, cerdas, pengamat, pendidik dan yang lain. Masyarakat bisa banyak belajar dari para orang-orang tersebut.

Namun apa yang terjadi jika orang-orang yang di anggap menjadi teladan kini sudah terlihat ngeri?

Tulisan ini akan menggulas mereka yang kini tampil mengerikan itu, padahal dulunya (mungkin) tidak. Dulu mereka di kenal santun, dan menarik untuk dijadikan panutan.

Mereka adalah:

#1. Anies Baswedan
Anies yang sempat mengkritik gaya blusukan Jokowi sewaktu belum gabung bersama Jokowi. Namun setelah menjadi orang yang dipercayakan Jokowi, Anies tampil beda. Semua kesalahan Jokowi tidak lagi di kritiknya. Bahkan banyak yang menilai Anies sudah menjilat ludahnya sendiri. 

Ada beberapa kejadian yang penting menjadi sorotan.

a. Anies pernah mengkritik Prabowo Subianto karena mengatakan bocor 1000 Triliun APBN Indonesia. Anies dengan percaya diri menepis pernyataan Prabowo. Tapi ketika Jokowi pernah menyinggung bahwa APBN bocor, Anies diam. Ter-la-lu!

Bahkan di bulan September 2014, Tim Transisi Jokowi-JK (Anies termasuk) menyatakan bahwa dari lembaga pajak saja, ada potensi 1000 triliun APBN bocor.

b. Diketahui bahwa, Anies punya jabatan Strategis di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu Ketua Komite Etik KPK dan sampai saat ini belum mau mengundurkan diri. Hal ini membuat Anies semakin mengerikan, karena potensi konflik kepentingan bisa terjadi. Dimana posisi Anies adalah afiliasinya Jokowi-JK.

Sebaiknya Anies mengundurkan diri dari jabatan Ketua Komite Etik KPK. Jika tidak, maka wajar jika kesantunan politik tidak di miliki oleh Rektor Paramadina tersebut. Dan hancur sudah tatanan kenegaraan Indonesia karena ulah Anies Baswedan. Dan ini sangat mengerikan bukan?

Apatah lagi, Jokowi di duga terlibat dalan korupsi terkait kasus bus Trans Jakarta. Selain itu Abraham Samad juga pernah berjanji akan memanggil Megawati Soekarno Putri setelah lebaran 1435 Hijriah, namun sampai sudah mau lebarah Haji, belum juga di lakukan Ketua KPK tersebut. Mungkinkah ini ada hubungannya dengan Anies Baswedan? Sebagai Ketua Komite Etik KPK seharusnya Anies mengingatkan Abraham sudah pernah janji, itukan melanggar etik, kok Anies bungkam!

#2. Ade Armando


Ade Armando yang berprofesi sebagai dosen Universitas Indonesia (UI) pun tidak kalah mengerikan. Pasalnya, ucapannya sangat jauh dari nilai-nilai luhur  dan ilmiah. Gayanya dalam berkomunikasi lebih pantas ia menjadi preman daripada jadi dosen.

Sepertinya dulu tidak begitu, dan kayaknya setelah berkiblat kepada Jokowi menjadi seperti itu.

Ade pernah sesumbar dengan berkata: “Potong Leher Saya jika Jokowi Kalah!”. Ya kalau mau mendukung ya dukung saja, namun pernyataan tersebut mencerminkan seperti orang yang tidak punya pendidikan, padahal ia seorang dosen.

Dan baru ini-ini, tepat di bulan September 2014, Ade berkicau di twitter dengan bahasa yang kacau dan mengerikan. Seperti berikut ini.

” Ya Allah, kapankah PKS akan berhenti menjadi pelacur yang bertindak sesuai permintaan pengguna…”

” Mereka yang mengupayakan pilkada lewat DPRD adalah ibarat babi rakus yang najis hukumnya hidup di Indonesia . . .”
Apakah pantas seorang yang katanya pendidik berkata seperti itu? Kalau saya menjadi mahasiswanya, saya pecat ia jadi dosen. Sungguh mengerikan!

#3. Burhanuddin Muhtadi
Orang ini pun sudah melampaui batas, sesumbarnya menganggap hasil surveinya yang paling benar dan menganulir keputusan KPU jika mengalahkan Jokowi-JK.

Seperti dilansir dari laman Republika (15 Juli 2014), pernyataan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menuai banyak komentar berbagai pihak. Dia menyatakan, jika hasil quick count berbeda dengan hitungan KPU maka patut diduga ada kejanggalan dalam rekapitulasi yang dilakukan penyelenggara pemilu.

Pernyataan Burhanuddin mungkin punya alasan yang ada, namun akibat dari pernyataan tersebut, banyak yang menilai Burhanuddin sudah berubah. Sepatutnya jangan berkata seperti itu, karena jika pun quick count itu benar, maka kebenarannya kan bukan kebenaran mutlak, kebenaran versi buatan manusia, bukan buatan Allah. Manusia adalah penuh dengan kelemahan.

Banyak orang saat ini menjadi ngeri melihat Burhanuddin Muhtadi seteleh berkiblat ke Jokowi, padahal dulunya…

Tapi sudahlah, toh mereka yang sudah berubah akan merasakan sendiri akibatnya, jika bukan di dunia mungkin di akhirat. Semoga rakyat Indonesia cepat sadar dalam memilih panutan, jangan sampai orang-orang yang mengerikan dijadikan panutan, bisa bahaya.

Nah, apa yang salah dengan Jokowi?

 
".